Wednesday, September 3, 2008

Jual Beli Nomor Urut Caleg Mulai Terungkap

Media Indonesia, Rabu, 03 September 2008 23:56 WIB

Reporter : Hillarius U Gani

JAKARTA--MI: Kasus jual beli nomor urut dalam proses penyusuan calon anggota legislatif (caleg) dalam Pemilu 2009 mulai terungkap.

Seorang caleg dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari salah satu daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah mengaku menyetor sejumlah dana ke partai berlambang Kabah itu untuk memperoleh nomor jadi.

Informasi tentang politik uang terkait pencalegan, selalu muncul dalam setiap pemilu, tapi jarang terungkap ke publik.

Di partai Golkar, misalnya, menurut informasi yang diperoleh dari salah seorang sumber di DPP partai itu, untuk Pemilu 2009 ada kebijakan merekrut caleg dari luar partai sebanyak 10%.

Mereka pada umumnya terdiri dari para tokoh terkemuka dan selebritas yang mendapat keistimewaan menempati nomor-nomor jadi asalkan menyerahkan sejumlah uang ke partai.

''Yang jalur 10% itu juga menggunakan uang. Tapi jumlahnya saya tidak tahu karena yang tahu soal itu hanya Bendahara Umum,'' kata sumber itu.

Selain itu, kata dia, ada juga permainan uang dari para caleg melalui koordnator wilayah (korwil) masing-masing. Jumlah uang yang diserahkan tidak sedikit, berkisar Rp500 juta hingga Rp1,5 miliar. ''Jalur ini biasanya liar. Awalnya main di korwil untuk merebut dan mempertahankan nomor urut. Harganya antara RP500 juta sampai dengan Rp1,5 miliar.

Namun, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Rully Chairul Azwar menampil sinyalemen tersebut. ''Tidak ada money politics di Golkar, terutama tim 7, apalagi dengan sistem suara terbanyak. Kalau ada data, buka saja, supaya clear,'' kata Rully yang juga menjabat Sekretaris Bapilu Golkar itu. (Hil/OL-03)

No comments: